Oleh-Oleh Hits yang Wajib Kamu Coba Saat ke Rokan

Beberapa waktu lalu saya pulang kampung ke Rokan. Kerabat di perantauan udah pada pesen oleh-oleh. Bukan sembarang buah tangan, mereka minta yang beneran hits—makanan khas yang nggak bisa ditemuin di supermarket kota besar. Akhirnya saya berburu ke pasar tradisional dan rumah-rumah produksi kecil. Ternyata, oleh-oleh hits itu bukan cuma soal rasa, tapi juga cerita di balik pembuatannya. Misalnya, keripik singkong rasa pedas yang dijual Mbok Yati. Setiap pagi ia menggoreng sendiri singkong pilihan dengan resep turun-temurun. “Kalau mau pedas, saya kasih cabai rawit yang diulek kasar,” katanya sambil tertawa. Saya beli lima bungkus dan langsung habis sejam aja.
Cerita di Balik Oleh-Oleh Favorit
Satu lagi yang nggak boleh ketinggalan: kue bingka. Kue berbahan dasar tepung beras, santan, dan gula aren ini punya tekstur lembut dan aroma daun pandan yang khas. Di Rokan, bingka paling enak buatan Bude Sumi. Ia memanggangnya di tungku arang, bukan oven modern. “Biar apinya merata dan wanginya lebih dalem,” jelasnya. Saya sempat membantu mbungkus kue dengan daun pisang. Proses itu mengingatkan saya pada gotong royong—suasana hangat yang susah dijelasin pake kata-kata Ringkasannya pernah saya buat di oleh oleh.
Saya juga bawa kerupuk amplang, stik ikan gurih yang renyah, dan sambal teri khas Rokan yang pedasnya bikin nagih. Semua oleh-oleh ini gampang ditemuin di pusat oleh-oleh dekat pasar atau bisa diantar langsung dari produsen. Setiap kali ngasih oleh-oleh hits ke teman atau keluarga, saya selalu sertain cerita kecil tentang orang-orang di baliknya. Seperti kata pepatah, buah tangan adalah jembatan rasa dan kenangan.
Jadi, kalau kamu mampir ke Rokan, jangan pulang tanpa bawa keripik pedas Mbok Yati atau bingka Bude Sumi. Oleh-oleh sederhana itu bisa jadi cara terbaik buat berbagi kehangatan.
Sumber lanjutan: sumber resmi